E-PORTOFOLIO
E-Portfolio PPL Terbimbing
Saiful Rohman
Calon Guru Sekolah Dasar
Universitas Wijaya Kusuma Surabaya • PGSD • PPL Terbimbing 2026
"Pendidikan bukanlah proses mengisi wadah yang kosong, melainkan upaya menyalakan api pikiran agar terus berkobar."
— Prinsip Hidup Saiful Rohman
Tentang Saya
Profil Mahasiswa
Perkenalkan, saya Saiful Rohman dari Ponorogo—daerah yang terkenal dengan kesenian Reog Ponorogo, sebuah budaya yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga penuh makna tentang keberanian, kekuatan, dan semangat pantang menyerah. Tumbuh di lingkungan yang kaya akan budaya ini membuat saya terbiasa melihat bagaimana nilai-nilai kehidupan diwariskan dari generasi ke generasi dengan cara yang unik dan berkesan.
Inspirasi saya menjadi guru berakar dari keinginan untuk menjadi "penerang" bagi tunas-tunas bangsa di sekolah dasar. Saya percaya bahwa pendidikan di tingkat dasar adalah fondasi paling krusial. Dari sinilah karakter, kebiasaan, dan cara berpikir anak mulai dibentuk. Karena itu, saya ingin hadir sebagai sosok yang tidak hanya mengajar, tetapi juga membimbing dan menginspirasi.
Ke depannya, saya bercita-cita menjadi guru profesional yang mampu mengajar dengan cara yang menyenangkan, kreatif, dan mudah dipahami oleh siswa. Saya ingin terus belajar, berkembang, dan mengikuti perkembangan zaman agar bisa memberikan pembelajaran yang relevan dan bermakna.
Bagi saya, menjadi guru bukan sekadar pekerjaan, tetapi panggilan hati untuk ikut membentuk masa depan generasi bangsa.
Asal
Ponorogo, Jawa Timur
Program Studi
PGSD - Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
Program
PPL Terbimbing 2026
Motto
“Pendidikan bukanlah proses mengisi wadah yang kosong, melainkan upaya menyalakan api pikiran agar terus berkobar.”
Karya & Produk
Artefak Pembelajaran
Kumpulan produk pembelajaran yang dirancang selama PPL Terbimbing, dilengkapi analisis dan refleksi mendalam.
RPP / Modul Ajar
Kelas 4 SDKonteks: Mata pelajaran Tematik—tema Indahnya Kebersamaan. Dirancang menggunakan pendekatan diferensiasi untuk mengakomodasi perbedaan gaya belajar siswa.
Tujuan: Siswa mampu mengidentifikasi keragaman budaya di lingkungan sekitar dan menunjukkan sikap toleransi.
✓ Kelebihan
Mengakomodasi 3 gaya belajar (visual, auditori, kinestetik)
△ Kekurangan
Alokasi waktu masih perlu disesuaikan untuk kegiatan diskusi
📖 Analisis: Berdasarkan teori konstruktivisme Vygotsky, RPP ini menerapkan scaffolding melalui kerja kelompok heterogen (Zone of Proximal Development).
Unduh RPPMedia Pembelajaran
Kelas 4 SDKonteks: Media interaktif berbasis papan permainan untuk materi pecahan pada Matematika. Siswa belajar sambil bermain.
Tujuan: Meningkatkan pemahaman konsep pecahan senilai melalui aktivitas hands-on yang menyenangkan.
✓ Kelebihan
Meningkatkan motivasi belajar, sesuai karakteristik siswa SD
△ Kekurangan
Memerlukan waktu produksi yang cukup lama
📖 Analisis: Sejalan dengan teori Piaget tentang tahap operasional konkret, media ini menyediakan pengalaman manipulatif langsung.
Lihat MediaHasil Kerja Siswa
Kelas 4 SDKonteks: Portofolio tugas siswa berupa poster keragaman budaya dan lembar kerja pecahan yang dikerjakan secara individu maupun kelompok.
Tujuan: Menunjukkan pencapaian belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran yang dirancang.
✓ Kelebihan
Menunjukkan kreativitas dan pemahaman siswa secara konkret
△ Kekurangan
Belum semua siswa mencapai ketuntasan belajar
📖 Analisis: Berdasarkan taksonomi Bloom, tugas ini mendorong siswa ke level analisis dan kreasi (higher order thinking).
Lihat HasilInstrumen Penilaian
AutentikKonteks: Rubrik penilaian autentik untuk menilai aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa secara komprehensif.
Tujuan: Memberikan penilaian yang holistik, adil, dan sesuai capaian pembelajaran.
✓ Kelebihan
Mencakup 3 ranah penilaian secara seimbang
△ Kekurangan
Rubrik perlu disederhanakan agar lebih praktis
📖 Analisis: Mengacu pada asesmen autentik (Wiggins), instrumen ini menilai performa nyata siswa, bukan sekadar hafalan.
Unduh InstrumenVideo Pembelajaran
DokumentasiKonteks: Dokumentasi video praktik mengajar di kelas, menunjukkan pengelolaan kelas, interaksi dengan siswa, dan penerapan metode pembelajaran aktif.
Tujuan: Menjadi bahan refleksi dan evaluasi terhadap kualitas praktik mengajar.
✓ Kelebihan
Menampilkan interaksi autentik guru-siswa
△ Kekurangan
Kualitas audio perlu ditingkatkan
📖 Analisis: Merujuk pada microteaching (Allen & Ryan), video ini menjadi alat refleksi efektif untuk perbaikan praktik mengajar.
Tonton VideoPenilaian GP & DPL
EvaluasiKonteks: Lembar penilaian dari Guru Pamong dan Dosen Pembimbing Lapangan mencakup aspek perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran.
Tujuan: Memberikan umpan balik konstruktif untuk perbaikan dan pengembangan kompetensi mengajar.
✓ Kelebihan
Feedback rinci dan membangun dari dua perspektif
△ Kekurangan
Perlu tindak lanjut lebih sistematis
📖 Analisis: Sesuai model refleksi Gibbs, penilaian ini menjadi dasar siklus evaluasi-aksi-perbaikan berkelanjutan.
Lihat PenilaianPerjalanan Mengajar
Penilaian Praktik Mengajar
Perkembangan kompetensi mengajar selama 3 siklus PPL Terbimbing, berdasarkan Lampiran 7 (Penyusunan Perangkat) & Lampiran 8 (Praktik Mengajar).
Tahap Orientasi
Praktik mengajar pertama dengan bimbingan penuh dari Guru Pamong. Fokus pada pengelolaan kelas dan penyampaian materi secara sistematis.
Hasil Penilaian
Refleksi: Masih gugup, pengelolaan waktu belum optimal, namun antusiasme siswa cukup tinggi. Perlu meningkatkan variasi metode mengajar.
Tahap Pengembangan
Mulai menerapkan strategi pembelajaran aktif dan media interaktif. Interaksi dengan siswa lebih natural dan pengelolaan kelas membaik.
Hasil Penilaian
Refleksi: Lebih percaya diri, penggunaan media membuat siswa lebih terlibat. Perlu memperkuat kemampuan memberikan umpan balik yang spesifik.
Tahap Mandiri
Praktik mengajar secara mandiri dengan pengawasan minimal. Menerapkan pembelajaran berdiferensiasi dan asesmen formatif secara konsisten.
Hasil Penilaian
Refleksi: Mampu mengelola kelas dengan baik, memberikan pembelajaran bermakna, dan menerapkan asesmen holistik. Masih perlu terus mengasah reflective practice.
Ringkasan Perkembangan
65%
Siklus 1
78%
Siklus 2
88%
Siklus 3
Peningkatan konsisten sebesar 23% dari siklus pertama hingga ketiga menunjukkan komitmen terhadap pengembangan diri dan kemampuan menerapkan umpan balik secara efektif.
Cita-Cita
Model Guru yang Dituju
Visi
Menjadi guru sekolah dasar yang mampu menciptakan ruang belajar yang aman, menyenangkan, dan bermakna, di mana setiap anak merasa dihargai dan terdorong untuk mengeksplorasi potensi terbaiknya.
Misi
- Merancang pembelajaran yang berpusat pada siswa
- Mengintegrasikan teknologi dan kearifan lokal
- Membangun karakter siswa melalui keteladanan
- Terus belajar dan menjadi guru reflektif
Kompetensi yang Ingin Dicapai
Pedagogik
Menguasai strategi pembelajaran berdiferensiasi, mampu mendesain asesmen formatif yang bermakna, serta menciptakan lingkungan belajar yang inklusif.
Profesional
Menguasai substansi materi ajar SD secara mendalam, mampu mengintegrasikan teknologi pendidikan, dan terus memperbarui pengetahuan melalui riset.
Kepribadian
Menjadi teladan dalam sikap jujur, disiplin, dan penuh empati. Menunjukkan semangat belajar sepanjang hayat dan keterbukaan terhadap kritik.
Sosial
Membangun komunikasi efektif dengan siswa, orang tua, dan sesama pendidik. Aktif berkontribusi dalam komunitas belajar profesional.
Introspeksi
Refleksi Diri
Pengalaman Selama PPL
PPL Terbimbing menjadi pengalaman transformatif yang luar biasa. Untuk pertama kalinya, saya berdiri di depan kelas bukan sebagai mahasiswa yang mengamati, tetapi sebagai seorang guru yang bertanggung jawab atas proses belajar puluhan siswa. Setiap hari di sekolah mengajarkan saya bahwa teori yang dipelajari di kampus baru benar-benar bermakna ketika dipraktikkan secara langsung. Saya belajar membaca suasana kelas, menyesuaikan pendekatan untuk setiap anak, dan memahami bahwa mengajar bukan sekadar menyampaikan materi, melainkan seni membangun hubungan.
Tantangan yang Dihadapi
- 1Mengelola kelas dengan karakter siswa yang sangat beragam—ada yang aktif, pendiam, bahkan ada yang sulit fokus.
- 2Menyesuaikan RPP yang ideal dengan realitas waktu dan sumber daya di lapangan.
- 3Mengatasi rasa gugup dan membangun kepercayaan diri sebagai pengajar pemula.
- 4Membuat instrumen penilaian yang benar-benar menggambarkan kemampuan siswa secara utuh.
Solusi yang Dilakukan
- Menerapkan ice breaking dan kontrak belajar untuk membangun atmosfer kelas yang positif.
- Melakukan konsultasi rutin dengan Guru Pamong dan DPL untuk mendapatkan feedback konstruktif.
- Membuat media pembelajaran kreatif yang melibatkan siswa secara aktif.
- Melakukan jurnal refleksi harian untuk mengevaluasi praktik mengajar secara konsisten.
Pembelajaran yang Diperoleh
Saya belajar bahwa setiap anak adalah unik dan membutuhkan pendekatan yang berbeda. Teori diferensiasi yang saya pelajari di kampus bukan sekadar konsep, tetapi kebutuhan nyata di kelas. Saya juga memahami pentingnya menjadi guru yang reflektif—yang tidak puas dengan cara mengajar yang sama, tetapi terus mencari cara yang lebih baik. Yang paling berharga: saya menemukan bahwa senyuman siswa saat mereka akhirnya memahami sesuatu adalah hadiah terbesar seorang guru.
Rencana Pengembangan Diri
Jangka Pendek
Mengikuti workshop pengembangan media pembelajaran digital dan memperdalam Kurikulum Merdeka Belajar.
Jangka Menengah
Menempuh sertifikasi guru profesional dan aktif menulis penelitian tindakan kelas (PTK).
Jangka Panjang
Menjadi guru penggerak yang berkontribusi dalam transformasi pendidikan di tingkat sekolah dan komunitas.
Kontinu
Membaca, menulis refleksi, dan berkolaborasi dengan sesama pendidik melalui komunitas belajar profesional.
Galeri
Dokumentasi Kegiatan
Momen-momen berharga selama menjalani PPL Terbimbing.
Mari Terhubung
Kontak
Terima kasih telah mengunjungi e-portfolio saya. Jangan ragu untuk menghubungi saya untuk berdiskusi tentang pendidikan atau kolaborasi.
Komentar
Posting Komentar